Minggu, 22 November 2009

ANTI DEPRESAN

ANTI DEPRESAN
Depresi adalah suatu kondisi medis-
psikiatris dan bukan sekedar suatu
keadaan sedih, bila kondisi depresi
seseorang sampai menyebabkan
terganggunya aktivitas sosial sehari-
harinya maka hal itu disebut sebagai
suatu Gangguan Depresi. Beberapa
gejala Gangguan Depresi adalah
perasaan sedih, rasa lelah yang
berlebihan setelah aktivitas rutin
yang biasa, hilang minat dan
semangat, malas beraktivitas, dan
gangguan pola tidur. Gejalanya tidak
disebabkan oleh kondisi medis, efek
samping obat, atau aktivitas
kehidupan. Kondisi yang cukup parah
menyebabkan gangguan klinis yang
signifikan atau perusakan dalam
keadaan sosial, pekerjaan, atau
bidang-bidang penting lainnya.
Antideprasan merupakan obat-obat
yang efektif pada pengobatan
depresi, meringankan gejala
gangguan depresi, termasuk
penyakit psikis yang dibawa sejak
lahir.
Antidepresan digunakan untuk
tujuan klinis dalam sejumlah indikasi
termasuk yang berikut ini :
· Untuk mengurangi perasaan gelisah,
panik, dan stres.
· Meringankan insomnia
· Untuk mengurangi kejang /
serangan dalam perawatan epilepsi.
· Menyebabkan relaksasi otot pada
kondisi ketegangan otot.
· Untuk menurunkan tekanan darah
dan atau denyut jantung.
· Untuk meningkatkan mood dan atau
meningkatkan kesupelan.
v Jenis antidepresan adalah :
· antidepresan trisiklik (ATS)
· inhibitor monoamine oksidase
(MAOI)
· inhibitor reuptake serotonin selektif
(SSRI),
dan sekelompok antidepresan lain
yang tidak termasuk tiga kelas
pertama. Indikasi klinis utama untuk
penggunaan antidepresan adalah
penyakit depresif mayor. Obat ini
juga berguna dalam pengobatan
gangguan panik, gangguan ansietas
(cemas) lainnya dan enuresis pada
anak-anak. Berbagai riset terdahulu
menunjukkan bahwa obat ini
berguna untuk mengatasi gangguan
defisit perhatian pada anak-anak dan
bulimia serta narkolepsi.
Anti deprasan seperti amitriptilin juga
memiliki efek anti kejang. Golongan ini
digunakan pada pasien yang depresi
dan juga mengalami kecemasan, atau
untuk penggunaan jangka lama
dimana dikhawatirkan timbul
ketergantungan bila menggunakan
benzodiazepine. Inhibitor MAO
seperti meclobemid sangat berguna
pada pasien depresi dengan fobia.
Selektif serotonin reuptake inhibitor
(SSRI) seperti citaloram bisa
digunakan untuk serangan panic.
Antidepresan Trisiklik
Obat antidepresan trisiklik adalah
sejenis obat yang digunakan sebagai
antidepresan sejak tahun 1950an.
Dinamakan trisiklik karena struktur
molekulnya mengandung 3 cincin
atom.
Mekanisme kerja ATS tampaknya
mengatur penggunaan
neurotransmiter norepinefrin dan
serotonin pada otak. Manfaat Klinis
dengan riwayat jantung yang dapat
diterima dan gambaran EKG dalam
batas normal, terutama bagi individu
di atas usia 40 tahun, ATS aman dan
efektif dalam pengobatan penyakit
depresif akut dan jangka panjang.
Reaksi yang merugikan dan
pertimbangan keperawatan, perawat
harus mampu mengetahui efek
samping umum dari anti depresan
dan mewaspadai efek toksik serta
pengobatannya. Obat ini
menyebabkan sedasi dan efek
samping antikolinergik, seperti mulut
kering, pandangan kabur, konstipasi,
retensi urine, hipotensi ortostatik,
kebingungan sementara, takikardia,
dan fotosensitivitas. Kebanyakan
kondisi ini adalah efek samping jangka
pendek dan biasa terjadi serta dapat
diminimalkan dengan menurunkan
dosis obat. Efek samping toksik
termasuk kebingungan, konsentrai
buruk, halusinasi, delirium, kejang,
depresi pernafasan, takikardia,
bradikardia, dan koma.
Contoh obat-obatan yang tergolong
antidepresan trisiklik diantaranya
adalah amitriptyline, amoxapine,
imipramine, lofepramine, iprindole,
protriptyline, dan trimipramine.
Selektif serotonin reuptake inhibitor
(SSRI)
Diduga SSRI meningkatkan 5-HT di
celah sinaps, pada awalnya akan
meningkatkan aktivitas autoreseptor
yang justru menghambat pelepasan
5-HT sehingga kadarnya turun
dibanding sebelumnya. Tetapi pada
pemberian terus menerus
autoreseptor akan mengalami
desensitisasi sehingga hasilnya 5-HT
akan meningkat dicelah sinaps di area
forebrain yang menimbulkan efek
terapetik. Contoh obat-obat yang
tergolong SSRI diantaranya adalah
fluoxetine, paroxetine, dan
sertraline.
Monoamine oxidase inhibitor (MAO
inhibitor)
Dulu MAOIs secara nonselektif
mengeblok MAO A dan B isoenzym
dan memiliki efek antidepresan yang
mirip dengan antidepresan trisiklik.
Namun, MAOIs bukan obat pertama
terapi antidepresan karena pasien
yang menerima harus disertai
dengan diet rendah tiramin untuk
mencegah krisis hipertensi karena
MAOIs membawa resiko interaksi
obat dengan obat lain. MAOI tidak
bersifat spesifik dan akan
menurunkan metabolisme
barbiturate, analgesic opioid dan
alkohol. Meclobamid menghambat
MAO A secara selektif dan reversible,
relative aman dengan efek samping
utama pusing, insomnia, dan mual.
Contoh obat-obat MAOIs diantaranya
phenelzine, dan tranylcypromine

wasir hemoroid atau ambeyen

WASIR
Wasir atau sering disebut ambeien
(dalam bahasa Inggris Hemoroid)
adalah penyakit pada anus dimana
bibir anus mengalami pembengkakan
yang terkadang disertai perdarahan.
Penyakit ini tidak membahayakan
jiwa dan adakalanya tidak
menunjukkan keluhan.
Penyebab
Beberapa faktor pencetus timbulnya
wasir, diantaranya:
Sembelit (konstipasi). Kotoran
yang keras menyebabkan
seseorang sering mengejan saat
buang air besar. Kondisi ini lambat
laun dapat memicu timbulnya
wasir.
Wanita hamil. Dalam keadaan hamil,
tekanan rongga perut meningkat
lantaran ada janin dalam
kandungan. Tak jarang diikuti
konstipasi, yang berpotensi
menderita wasir. Kondisi yang
sama dapt dialami oleh wanita
pasca melahirkan karena mengejan.
Kegemukan, proses penuaan, diare
berkepanjangan dan anal seks
adalah faktor-faktor lain yang
dapat memicu timbulnya wasir.
Kesalahan dalam melakukan
gerakan pada olahraga tertentu
misalnya pada olahraga angkat
beban atau olahraga pernapasan
Terlalu banyak duduk atau berdiri
Faktor keturunan
Gejala
Keluarnya lendir atau darah
bersama kotoran.
Tetesan darah segar dari dubur.
Benjolan lunak di permukaan
dubur. Pada kasus yang berat,
timbul benjolan besar disertai rasa
nyeri hingga perderita sulit duduk.
Kendati tanda-tanda wasir mudah
dikenali, tidak semua penderita
wasir menunjukkan adanya
keluhan.
Penanganan
Biasanya wasir tidak memerlukan
pengobatan kecuali sudah
menyebabkan gejala.
Agar tidak bertambah berat, para
penderita wasir perlu memperhatikan
beberapa tips sebagai berikut:
Usahakan berendam air hangat
untuk mengurangi nyeri dan
menjaga kebersihan dubur selama
sekitar 15 menit, setidaknya 2-3 kali
dalam sehari.
Mengkonsumsi makanan berserat
agar kotoran (feces) menjadi lunak,
misalnya: buah-buahan dan sayur
mayur.
Menghindari minuman beralkohol
agar kotoran tidak keras.
Minum dalam jumlah yang cukup,
sedikitnya 1,5 liter dalam sehari.
Hindari menggosok-gosok daerah
dubur agar tidak terjadi perlukaan.
Jangan membiasakan menahan
buang air besar dan jangan pula
memaksa untuk buang air besar.
Hindari berlama-lama nongkrong di
toilet saat buang air besar,
misalnya sambil membaca, karena
kebiasaan ini akan meningkatkan
tekanan di daerah dubur.
Olah raga teratur.

osteo arthritis 'reumatik'

OSTEOARTHRITIS
Osteoarthritis adalah suatu penyakit
sendi ditandai dengan kerusakan dan
hilangnya kartilago artikular yang
berakibat pada pembentukan
osteofit, rasa sakit, pergerakan yang
terbatas, deformitas. Inflamasi dapat
terjadi atau tidak pada sendi karena
gesekan ujung-ujung tulang
penyusun sendi.
Penyebab
beberapa faktor resiko terjadinya
osteoartritis adalah sebagai berikut:
Wanita berusia lebih dari 45 tahun
Kelebihan berat badan
Aktifitas fisik yang berlebihan,
seperti para olahragawan dan
pekerja kasar
Menderita kelemahan otot paha
Pernah mengalami patah tulang
disekitar sendi yang tidak
mendapatkan perawatan yang
tepat
Penanganan
Pengobatan untuk osteoarthritis
berbeda-beda tergantung stadium
penyakitnya.
1. Stadium Ringan
Terapi non obat terdiri atas:
menurunkan berat badan bagi
yang kelebihan berat badan
latihan menguatkan otot paha dan
pinggul untuk menjaga kebugaran
tubuh
memakai knee brance selama
diperlukan
Terapi Obat terdiri atas:
- Obat anti radang dan anti nyeri
Obat anti radang yang sering
digunakan adalah golongan NSAID
seperti diklofenak, indometasin,
sulindak, tolmetin, celecoib,
meklofenamat. Selain diberikan
golongan obat NSAID, juga diberikan
kortikosteroid yang befungsi
sebagai anti radang. Contoh dari
kortikosteroid adalah hidrokortison,
prednison, metil prednisolon,
deksametason.
Obat yang digunakan untuk
mengurangi rasa nyeri adalah
asetaminofen (analgesic oral),
kapsaisin (analgesik topikal).
- Suplemen untuk merangsang
pertumbuhan tulang rawan,
misalnya glukosamin dan kondroitin.
- Obat pelumas sendi yang
dusuntikkan ke sendi, misalnya asam
hyaluronat
2. Stadium Berat
Pilihan pengobatan terbaik sampai
saat ini adalah operasi penggantian
sendi (operasi yang dilakukan untuk
mengganti sendi yang telah rusak
dengan prostesis)

KELEBIHAN ASAM URAT

ASAM URAT
Gout atau asam urat merupakan
penyakit yang ditandai oleh
kelebihan asam urat dalam darah.
Kelebihan asam urat ini mengarah
pada pembentukan kristal urat yang
akan tertimbun dalam jaringan tubuh
terutama sendi. Ketika kristal urat ini
masuk ke dalam sendi akan
mengakibatkan serangan berulang
dalam bentuk peradangan sendi
(arthritis). Gout kronik juga dapat
mengakibatkan timbunan yang keras
di dalam maupun diluar sendi dan
dapat menyebabkan kerusakan
sendi, menurunkan fungsi ginjal dan
menyebabkan terjadinya batu ginjal.
Penyakit gout memiliki perbedaan
yang unik dari setiap orang. Hal ini
berhubungan dengan keabnormalan
tubuh dalam memetabolisme asam
urat. Asam urat merupakan produk
metabolisme purin dan pada manusia
biasanya diekskresi bersama air seni.
Secara normal setiap individu
memproduksi 600 – 800 mg asam urat
setiap hari dan diekskresi 600 mg
dalam urin. Individu yang
mengeluarkan kurang dari 600 mg
pada diet purin diangggap
overproduksi asam urat dimana
kadar asam urat normal laki-laki < 7
mg/dl dan perempuan < 6 mg/dl.
Umumnya gout menyerang ibu jari
kaki, tetapi juga mungkin terjadi di
kaki, pergelangan kaki, pergelangan
tangan, jemari, siku. Gejalanya
meliputi rasa nyeri hebat yang terjadi
tiba-tiba, sehingga menimbulkan
kesulitan berjalan. Persendian yang
terkena menjadi nyeri, kemerahan,
bengkak dan terasa hangat. Serangan
gout terjadi beberapa jam sehari.
Ketika serangan itu terjadi, badan
terasa menggigil, demam, sakit. Jika
tidak segera diobati, gejala-gejala itu
akan memburuk dan menyebabkan
kecacatan.
Gejala Asam Urat
Kesemutan dan linu
Nyeri terutama malam hari atau
pagi hari saat bangun tidur
Sendi yang terkena asam urat
terlihat bengkak, kemerahan,
panas dan nyeri luar biasa pada
malam dan pagi.
PENGOBATAN GOUT / ASAM URAT
Terapi non obat
- pasien disarankan mengurangi
asupan makanan yang mengandung
tinggi purin (misalnya organ, kacang-
kacangan), alkohol dan menurunkan
berat badan bila obesitas.
Terapi obat
Indometazin dan NSAID (Non-
Steroid Anti Inflammatory Drugs)
lainnya
Indometasin sama efektifnya dengan
kolkisin pada terapi akut gout
arthritis dan lebih banyak digunakan
karena toksisitas akut pada saluran
pencernaan terjadi lebih kecil
dibandingkan kolkisin.
Regimen dosis NSAID untuk
pengobatan gout akut :
Nama obat
Dosis dan frekuensi pemberian
Fenoprofen
800 mg tiap 6 jam
Flurbiprofen
100 mg 4 kali sehari selama 1 hari.
Dilanjutkan 50 mg 4 kali sehari
Ibuprofen
600 – 800 mg 4 kali sehari
Ketoprofen
50 mg 4 kali sehari atau 75 mg 3 kali
sehari
Meclofenamat
100 mg 3-4 kali sehari
Naproxen
Dosis awal 750. kemudian 250 tiap 8
jam
Piroxicam
40 mg dalam dosis terbagi
Sulindac
200 mg 2 kali sehari
tolmetin
400 mg 3-4 kali sehari
Beberapa NSAIDs (NonSteroid
Antiinflamasi Drugs) yang lain efektif
untuk mengatasi inflamasi gout akut.
Penggunaan NSAIDs perlu
diperhatikan pada individu dengan
riwayat tukak peptik, gagal jantung,
gagal ginjal dan penyakit jantung
koroner.
Kolkisin
Kolkisin sering diberikan dalam dosis
oral dengan dosis awal 1 mg,
dilanjutkan 0,5 mg setiap 2 jam sampai
gejala berkurang atau sampai pasien
mengalami mual atau diare. Dimana
total dosis pemberian 8 mg. Masalah
utama pemberian kolkisin adalah
gangguan pencernaan 50% – 80%
pasien setelah pemberian kolkisin
setelah serangan. Kolkisin sebaiknya
diberikan kontinyu tiap 7 hari setelah
pemberian terapi oral untuk
mengurangi resiko toksisitas
sumsum tulang. Dosis dikurangi 50%
pada pasien dengan klirens kreatinin
antara 10-50 ml/menit.
Glukokortikoid
Glukokortikoid seperti prednisone,
metilprednisolon digunakan untuk
serangan akut arthritis. Prednisone
30-60 mg peroral sehari sekali
mungkin digunakan pada pasien
dengan komplikasi sendi. Pemberian
dosis harus bertahap.
Triamsinolon hexacetinoid 20 – 40 mg
diberikan intra-artikular berguna
untuk serangan akut pada salah satu
sendi.
Probenesid dan sulfinpyrazone
Probenesid dan sulfinpyrazone
meningkatkan klirens ginjal untuk
mengeluarkan asam urat dengan
menghambat reabsorbsi asam urat di
tubular ginjal. Probenesid diberikan
dengan dosis awal 250 mg dua kali
sehari selama 1-2 minggu, kemudian
500 mg dua kali sehari selama 2
minggu. Dosis awal sulfinpirazon 50
mg dua kali sehari selama 3-4 minggu,
kemudian 100 mg dua kali sehari,
ditingkatkan dosis sehari dengan
peningkatan 100 mg tiap minggu
sampai 800 mg per hari.
Allopurinol
Allopurinol merupakan inhibitor
xantin oksidase dengan menghambat
pembentukan hipoxantin menjadi
xantin dan xantin menjadi asam urat.
Karena waktu paruhnya yang
panjang, allopurinol dapat diberikan
sehari sekali. Allopurinol merupakan
obat pilihan antihiperurisemia pada
pasien dengan riwayat batu urat
atau gangguan fungsi ginjal.
Makanan yang Dihindari
(mengandung banyak purin)
Lauk pauk seperti jeroan, hati,
ginjal, limpa, babat, usus, paru dan
otak.
Makanan laut seperti udang,
kerang, cumi, kepiting.
Makanan kaleng seperi kornet dan
sarden.
Daging, telur, kaldu atau kuah
daging yang kental.
Kacang-kacangan seperti kacang
kedelai (termasuk hasil olahannya
seperti tempe, tauco, oncom, susu
kedelai), kacang tanah, kacang
hijau, tauge, melinjo, emping.
Sayuran seperti daun bayam,
kangkung, daun singkong,
asparagus, kembang kol, buncis.
Buah-buahan seperti durian,
alpukat, nanas, air kelapa.
Minuman dan makanan yang
mengandung alkohol seperti bir,
wiski, anggur, tape, tuak.

ALERGI DAN PENYEBABNYA

Alergi dan Penyebabnya
Alergi merupakan suatu reaksi
abnormal dalam tubuh yang
disebabkan zat-zat yang tidak
berbahaya. Alergi timbul bila ada
kontak terhadap zat tertentu yang
biasanya, pada orang normal tidak
menimbulkan reaksi. Zat penyebab
alergi ini disebut allergen. Allergen
bisa berasal dari berbagai jenis dan
masuk ke tubuh dengan berbagai
cara. Bisa saja melalui saluran
pernapasan, berasal dari makanan,
melalui suntikan atau bisa juga timbul
akibat adanya kontak dengan kulit
seperti; kosmetik, logam perhiasan
atau jam tangan, dll.
Zat yang paling sering menyebabkan
alergi: Serbuk tanaman; jenis rumput
tertentu; jenis pohon yang berkulit
halus dan tipis; serbuk spora;
penisilin; seafood; telur; kacang
panjang, kacang tanah, kacang kedelai
dan kacang-kacangan lainnya; susu;
jagung dan tepung jagung;sengatan
insekta; bulu binatang; kecoa; debu
dan kutu. Yang juga tidak kalah
sering adalah zat aditif pada
makanan, penyedap, pewarna dan
pengawet.
Menentukan penyebab alergi dapat
dilakukan dengan cara berikut:
* Menghindari zat yang dicurigai
sebagai allergen, kemudian setelah
gejala hilang mencoba kembali zat
tersebut. Misalnya saja, bila yang
dicurigai sebagai allergen adalah
makanan, maka sebaiknya berhenti
memakan makanan tersebut. Setelah
gejalanya hilang, coba kembali
memakannya dan melihat apakah
terjadi reaksi yang sama.
* Melakukan tes alergi dan melihat
riwayat keluarga serta riwayat
frekuensi serangan terjadi. Bila salah
satu dari orang tua menderita alergi,
maka kemungkinan risiko penyakit
tersebut diturunkan pada anak
sekitar 25%-30%. Sementara itu, bila
kedua orang tua adalah penderita,
maka risiko meningkat menjadi
60%-70%. Selain itu perlu dilakukan
pemeriksaan fisik serta pemeriksaan
penunjang antara lain tes alergi pada
kulit, foto rontgen, pemeriksaan
laboratorium, dan pemeriksaan lebih
lanjut bila dibutuhkan.
Tes pada kulit merupakan
pemeriksaan yang sangat sederhana
untuk mendiagnosa alergi. Dengan
memberikan zat-zat tertentu pada
kulit seseorang, dapat diketahui zat
yang merupakan allergen pada orang
tersebut. Zat dalam jumlah kecil
disuntikkan. Bila terjadi
pembengkakan pada bagian yang
diberi suntikan, maka zat tersebut
adalah merupakan allergen.
Mengatasi Alergi
Beberapa hal yang dapat dilakukan
untuk mencegah terjadinya alergi:
* Menjaga kelembaban ruangan
dengan mengatur sirkulasi angin dan
udara.
* Menjaga kebersihan pakaian dan
mengganti sprei sedikitnya seminggu
sekali.
* mebersihkan pekarangan dan
memastikan tidak ada tumpukan
sampah dan genangan air yang akan
menjadi tempat timbulnya jamur.
* Konsultasi dengan dokter dan
melakukan tes alergi untuk
mengetahui allergen-allergen yang
harus dihindari.
Gejala yang mungkin terjadi akibat
alergi adalah: rasa gatal pada
tenggorokan; gatal pada mulut; gatal
pada mata; gatal pada kulit atau
bagian tubuh lainnya; sakit kepala;
hidung tersumbat atau hidung meler;
sesak napas; bengek; kesulitan
menelan; mendadak pilek dan bersin-
bersin, dll.
Pengobatan alergi tergantung pada
jenis dan berat gejalanya. Tujuan
pengobatannya bukanlah
menyembuhkan melainkan
mengurangi gejala dan menghindari
serangan yang lebih berat di masa
yang akan datang. Gejala yang ringan
biasanya tidak memerlukan
pengobatan khusus. Gejala akan
menghilang beberapa saat kemudian.
Pemberian Antihistamin dapat
membantu meringankan berbagai
gejala.
High-Desert Aller Bee-Gone
Penanganan alergi yang paling tepat
bukanlah dengan obat-obatan
melainkan dengan cara menghindari
allergen. Secara teoritis, alergi
memang tidak bisa dihilangkan, tetapi
dapat dikurangi frekuensi dan berat
serangannya. Namun sering sekali
dalam keseharian, allergen sulit
dihindari. Untuk itu, diperlukan sistem
kekebalan tubuh untuk mencegah
alergi.

Kamis, 19 November 2009

cetirizine cerini cetrixal cetryn cetrymin estin falergi histrine insidal intrizin lerzin ozen risina riztec ryvel ryzen ryzo tiriz zenriz

Tiap kapsul mengandung cetirizine
dihidroklorida 10 mg
Cara Kerja
Cetirizine adalah metabolit aktif dari
hidroksizin dengan kerja kuat dan
panjang.
Merupakan antihistamin selektif,
antagonis reseptor H1 periferal
dengan efek sedative yang rendah
pada dosis aktif farmakologi dan
mempunyai sifat tambahan sebagai
anti alergi.
Cetirizine menghambat pelepasan
histamin pada fase awal dan
mengurangi migrasi sel inflamasi.
Indikasi
Cetirizine diindikasikan untuk
pengobatan perenial rinitis, alergi
rinitis dan urtikaria idiopatik kronis.
Dosis
Dewasa dan anak ≥ 12 tahun : 1 x
sehari 1 kapsul
Over dosis
Rasa kantuk dapat timbul pada
pemakaian 50 mg secara dosis
tunggal.
Dapat terjadi agitasi pada anak-anak.
Efek Samping
Cetirizine mempunyai efek samping
yang bersifat sementara antara lain :
sakit kepala, pusing, rasa kantuk,
agitasi, mulut kering dan rasa tidak
enak pada lambung.
Pada beberapa individu, dapat terjadi
reaksi hipersensitifitas termasuk
reaksi kulit dan angiodema.
Kontraindikasi
Penderita yang hipersensitif
terhadap cetirizine.
Karena kurangnya data klinis,
cetirizine jangan digunakan selama
semester pertama kehamilan atau
saat menyusui.
Cetirizine jangan digunakan untuk
bayi dan anak-anak berumur kurang
dari 2 tahun.
Interaksi Obat
Interaksi dengan obat-obat lain
belum diketahui.
Pada percobaan memperlihatkan
potensiasi cetirizine terhadap alkohol
(level alkohol 0,8 %) oleh karena itu
sebaiknya jangan diberikan
bersamaan.
Konsentrasi cetirizine plasma tidak
terpengaruh pada pemberian
bersama simetidin.

triheksifenidil arkine artane hexymer parkinal

Tiap tablet mengandung
triheksifenidil hidroklorida 2 mg.
Cara Kerja
Triheksifenidil adalah antikolinergik
yang mempunyai efek sentral lebih
kuat daripada perifer, sehingga
banyak digunakan untuk terapi
penyakit parkinson. Senyawa ini
bekerja dengan menghambat
pelepasan asetil kolin endogen dan
eksogen. Efek sentral terhadap
susunan saraf pusat akan
merangsang pada dosis rendah dan
mendepresi pada dosis toksik.
Pada pemberian oral triheksifenidil
diabsorbsi cukup baik dan tidak
terakumulasi dalam jaringan. Ekskresi
terutama bersama urin dalam bentuk
metabolitnya.
Indikasi
Segala jenis penyakit Parkinson,
termasuk pasca ensefalitis dan
idiopatik, sindroma parkinson akibat
obat, misalnya reserpina dan
fenotiazin.
Dosis
Sehari 1 – 15 mg dibagi dalam 2 – 4
dosis
Dewasa : awal 2 mg, atau 3 kali sehari
dosis dinaikkan sampai diperoleh
hasil yang diharapkan.
Untuk reaksi ekstrapiramidal kecuali
“tardive” dyskinesia.
Dewasa : awal 1 mg, jika gejala tidak
terkontrol dalam beberapa jam dosis
ditingkatkan sehingga hilang gejala.
Dosis sehari 5 – 15 mg, dosis 15 – 20
mg jarang dibutuhkan
Efek Samping
Mulut kering, penglihatan kabur,
pusing, mual, muntah, bingung,
agitasi, konstipasi, takikardi, dilatasi
ginjal, retensi urin.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap triheksifenidil,
glaukoma sudut sempit, takiaritmia,
psikosis berat, psikoneurosis,
hipertrofiprostat, dan obstruksi
saluran cerna.
Interaksi Obat
Sinergis dengan kinidina, obat
antidepresan trisiklik dan
antikolinergik lainnya.